Landasan
pengembangan kurikulum dapat diartikan sebagai suatu gagasan, suatu asumsi,
atau prinsip yang menjadi sandaran atau titik tolak dalam mengembangkan
kurikulum.
Secara
umum landasan pokok dalam pengembangan kurikulum ada empat, antara lain:
1.
Landasan
Filosofis Pengembangan Kurikulum
Filsafat atau pandangan hidup yang
dianut oleh suatu bangsa akan sangat memengaruhi tujuan pendidikan yang ingin
dicapai. Oleh karena itu, tujuan pendidikan di suatu Negara akan berbeda dengan
tujuan pendidikan di Negara lain.
Tujuan
pendidikan nasional Indonesia bersumber pada pandangan hidup bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila. Dengan kata lain, landasan dan arah
yang ingin diwujudkan oleh pendidikan di Indonesia adalah yang sesuai dengan
kandungan falsafah Pancasila itu sendiri.
Aliran-aliran
Filsafat Pendidikan:
a. Idealisme
b. Realisme
c. Pragmatisme
2.
Landasan
Psikologis Pengembangan Kurikulum
Setiap individu akan melaui
fase-fase perkembangan dalam kehidupannya. Setiap tahap perkembangan memiliki
karakteristik tersendiri karena ada dimensi-dimensi perkembangan tertentu yang
lebih dominan. Atas dasar itu kita dapat memahami karakteristik profil pada
setiap tahapan perkembangannya. Berikut ini tahap-tahap perkembangan individu:
a. Masa
Usia Prasekolah
Pada masa ini dibagi
menjadi dua masa, yaitu masa vital dan masa estetik. Pada masa vital individu
menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk merespon berbagai hal yang terdapat di
lingkungannya. Sedangkan masa estetik individu menggunakan seluruh indranya.
b. Masa
Usia Sekolah Dasar
Pada masa ini anak mulai
menunjukan perhatian yang besar terhadap dunia ilmu pengetahuan tentang alam
dan sekitarnya.
c. Masa
Usia Sekolah Menengah
Masa remaja merupakan
masa yang banyak menarik perhatian karena sifat-sifat khasnya dan peranannya
yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakat orang dewasa.
Ada
tiga jenis teori belajar yang berkembang dan memiliki pengaruh terhadap
perkembangan kurikulum di Indonesia, antara lain:
·
Teori Psikologi Kognitif
·
Teori Psikologi Behavioristik
·
Teori Psikologi Humanistik
3.
Landasan
Sosiologis Pengembangan Kurikulum
Anak-anak berasal dari masyarakat,
mendapatkan pendidikan dalam lingkungan masyarakat, dan diarahkan agar mampu
terjun dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu kehidupan masyarakat dan
budaya dengan segala karakteristiknya harus menjadi landasan dan titik tolak
dalam melaksanakan pendidikan. Oleh karena itu pengembangan kurikulum hendaknya
memerhatikan kebutuhan masyarakat dan perkembangan masyarakat.
4.
Landasan
Teknologis Pengembangan Kurikulum
Ilmu dan teknologi tidak dapat
dipisahkan. Sejak abad pertengahan ilmu pengetahuan telah berkembang dengan
pesat. Baik secara langsung maupun tidak langsung perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi tersebut berpengaruh pula terhadap pendidikan.
Perkembangan teknologi industri
mempunyai hubungan timbal-balik dengan pendidikan. Kegiatan pendidikan membutuhkan dukungan dari
penggunaan alat-alat hasil industri seperti televisi, radio, komputer, dan
peralatan lainnya. Mengingat pendidikan merupakan upaya meyiapkan siswa
menghadapi masa depan dan perubahan masyarakat yang semakin pesat termasuk di
dalamnya perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka perkembangan kurikulum
haruslah berlandaskan pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar